Kamis, 27 Juni 2013

Coordinate Conjunction



Coordinate Conjunction
  • Coordinate conjunction adalah kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan dua konstruksi gramatikal yang sama yaitu: kata, phrase (frasa), atau clause (klausa).
  • Elemen yang dihubungkan biasanya bersifat paralel (kedudukannya sejajar) secara struktur gramatikal.

Contoh Coordinate Conjunction
Contoh kalimat dengan coordinate conjunction. Ada tujuh konjungsi yang digunakan: for, and, nor, but, or, yet, so (FANBOYS) dapat dilihat sebagai berikut :
Coordinate Conjunction
Hubungan
Contoh Kalimat Coordinate Conjunction
For
(karena)
Cause & Effect
(sebab & akibat)
He didn’t come last night, for he fell asleep.
(Dia tidak datang semalam, karena dia tertidur.)
And
(dan)
Addition
(penambahan)
The trainees laugh and cry simultaneously.
(Siswa latihan tertawa dan menangis secara bersamaan.)
Nor
(tidak)
Addition
(penambahan)
She doesn’t come to the ceremony, nor do her friends.
(Dia tidak datang ke perayaan, tidak juga teman-temannya.)
But
(tapi, namun)
Contrast
(pertentangan)
The man helped in sincerity but they tought negatively.
(Pria itu membantu dengan tulus, namun mereka berpikir negatif.)
Or
(atau)
Alternative
(pilihan)
What do you prefer to stay at home or go to the cinema on this weekend?
(Apa yang lebih kamu suka, diam di rumah atau pergi ke bioskop akhir minggu ini?)
Yet
(tapi, namun)
Contrast
(pertentangan)
The book is thick, yet the text is large.
(Buku itu tebal, tapi tulisannya besar.)
So
(agar, sehingga)
Reason
(tujuan)
Please reconsider, so you will not regret oneday.
(Tolong pertimbangkan kembali, agar kamu tidak menyesal suatu hari nanti.)

Kamis, 02 Mei 2013

HAVE SOMETHING DONE

HAVE SOMETHING DONE
Kita bisa melihat dalam dua contoh kalimat di sini, apa perbedaan arti diantar kedua kalimat ini.
“i cut my hair”
“i have my hair cut”
“i cut my hair” berarti bahwa yang memotong rambut adalah saya.
“i have my hair cut” berarti bahwa seseorang memotong rambut saya untuk saya (dalam hal ini seorang penata rambut).
Kita menggunakan have something done untuk mengartikan seseorang melakukan sesuatu untuk diri kita. Dalam grammar untuk ini cukup sederahana:
Have + Object + Past Participle
Di bawah ini kita akan melihat beberepa contoh lainnya.
“we didin’t want to cook so we had a pizza delivered”
“i had my car washed at that new place by the station”
“i had my watch fixed”
Kita selalu menggunakan “get” (dalam bahasa inggris) di samping itu “had” dan memliki arti yang tetap sama. Kalimatnya seperti di bawah ini:
“we didn’t want to cook so we had a pizza delivered”
“i got my car washed at that new place by the station”
“i got my watch fixed”
FUTURE ( Masa Depan )
“i had my watch fixed” jelaskan tentang past tersebut. Dalam grammarnya: S + had + my + O
“i am going to have/get my watch fixed” jelaskan future tersebut. Dalam grammarnya:
S + to be + V1ing + have/get + my + O
“going to” jelaskan tentang future yang menggunakan metode been.
Kita menggunakan “will” untuk  sesuatu dan itu hanya menggunakan metode been:
“i just noticed dirty my suit is. I will have/get it cleaned soon”.
QUESTIONS ( Pertanyaan )
Bayangkan jika kamu menyukai potongan rambut baru teman kamu, dan kamu bertanya padanya: “di mana kamumendapatkan potongan tersebut?”
Mungkin kamu jalan ke depan utnuk ke gedung baru itu dan kamu berfikir ini sudah waktunya untuk memtong rambut, kamu bisa bertanya padanya: “di mana aku bisa mendapatkan potongan rambut seperti itu?”

Minggu, 31 Maret 2013

Direct and Indirect Speech


DIRECT AND INDIRECT SPEECH

Direct speech is a sentence when reported speech stating the actual words. Sentences are not connected by "that" it should be with (punctuation) commas.
 
Indirect speech are sentences which when reported speech gives the substance of the words used by the speaker and not the actual words. In indirect speech sentences are associated with the word "that".

Tense reporting verb is not changed, but the present tense reported speech should be modified based on the form of a reporting verb.
Two-way time changes in reported speech.
Rule I
If the reporting verb is past tense, present tense verb in reported speech must be converted into one of four past tense.
Direct-Indirect Speech Speech
Simple-to-Simple present past
=> He said "The woman comes" became "He said that the woman came"

Rule II
1) When the news reported speech sentences
With these rules are considered reporting verb in the present or future tense, and whenever any particular case.
Reported speech Reporting verbs
-Any tense present tense (present tense whatever)
=>Direct: She says to her friend, "I have been waiting"
     Indirect: She says to her friend that he has been waiting "
2) If the reported speech is the sentence questions
a) Reporting verb say or ask or tell converted to inquire. By repeating the word question and
 changing tense when questions starting with questions.
Direct: He said to me, "where are you going?"
Indirect: He asked me where I was going "
b) By using the if / Whether as a link between reporting and reported speech verb tenses and repeat.
Direct: He said to me, "Are you going away today? '
Indirect: He asked me Whether I going today
3) Sentence command
Example:
Direct: He said to his servant, "Go away at once!"
Indirect: He ordered his servant to go away at once.

Compare these two sentences.
Rihanna said, "I am cooking." (Direct)
Rihanna said (that) she was cooking. (Indirect)
Note:
- I became she (as the culprit
Rihanna).
- Am being was (a past tense).
- (That) means that (may be used, perhaps not).
am / is being was
are to be was / were
have / has to be had
have to be had to
has to Being had to
shall be should
will be would
can be could
may be might
want to be wanted
drink to be drank
write a wrote
In reported speech / indirect speech there are any changes in the past tense (the past).





Tips ...

Mobile Battery Care Tips that Sustainable
 
For mobile phone users or a mobile phone, it is definitely disturbed when suddenly a cell phone battery is in use it is low and should be charged to fill it. Moreover, if a state of emergency and important, it would be detrimental to the user's mobile phone. Well, the battery suddenly runs out or ngedrop that usually there are various reasons that can cause it. This is not one of our phone brands but sometimes due to our error in mengecharge our phone batteries.

Here are tips on caring for our mobile phone batteries to keep it durable so that we are comfortable in using the mobile phone:

a. We should mengecharge mobile phone battery dead. Because if it is on, there will be an outflow of entry that will cause the molecules in our phone was broken.

b. Do not be too often make calls via mobile phone if it is in the car. Because at that time the phone trying to find a signal of BTS (Base Transceiver Station) nearby and would absorbs energy in the mobile phones we use.

c. Phone must let loose of Leather Case / mobile phone holster. Because when we charge the battery will generate heat which can shorten the life of the phone and the battery starts ngedrop.

d. Do not go very often mengecharge phone in the car. Because at the time of charging, the vehicle using the cigarette lighter as the vehicle voltage connection and sometimes unstable, causing unstable flow coming when the batteries are charged.

e. Clean the battery connectors and gold pin on the battery every six months using a cotton bud or tissue.

f. Do not overuse additional features or applications on the phone like-igames, bluetooth, mp3, GPRS, radio, etc.. Because they will absorb energy at mobile phone battery quickly.

Sabtu, 12 Januari 2013

Suku Dani dari Pulau Papua


Suku Dani Pulau Papua
Indonesia adalah negara dengan beribu kebudayaan, ada banyak sekali suku-suku yang tersebar diseluruh wilayah indonesia. Salah satunya suku Dani di pulau Papua. Suku Dani adalah salah satu suku yang terdapatdi Wamena, Papua yang membentang diantara pegunungan Tengah Jaya Wijaya.
Suku Dani adalah sebuah suku yang mendiami satu wilayah di Lembah Baliem yang dikenal sejak ratusan tahun lalu sebagai petani yang telah menggunakan alat / perkakas seperti kapak batu, pisau yang dibuat dari tulang binatang, bambu dan juga tombak.Mitos menceritakan bahwa orang pertama/ manusia pertama suku Dani bernama Pumpa (Pria) dan Nali Nali(Wanita) yang masuk ke Lembah Baliem dari arah timur melalui sebuah Goa. Ada beberapa sumber yang mengatakan Goa pertama tempat keluarnya manusia pertama ini berasal dari Goa Kali Huam (Daerah Siepkosy), ada juga yang mengatakan dari Goa di daerah Pugima dan sebagian mengatakan bahwa keluarnya manusia pertama suku Dani ini berasal dari dari pintu masuk angin di daerah Kurima.
Banyak orang yang menyebut mereka dengan sebutan suku Dani, tapi orang suku Dani sendiri menyebut mereka sebagai suku Parim. Suku Dani ini termasuk suku yang masih memegang kepercayaan mereka, yaitu selalu memberi hormat kepada orang-orang yang sudah meninggal. Hal itu dilakukan dengan mengadakan upacara dan pesta serta melakukan penyembelihan babi. Suku Dani adalah suku yang masih menggunakan koteka yang terbuat dari kunden kuning, para wanitanya menggunakan pakaian berjuluk wah yang terbuat dari rumput atau serat. Masyarakat suku Dani tinggal di honai-honai ( gubuk yang beratapkan jerami/ilalang ). Rumah honai ada 3 tipe yaitu, untuk kaum laki-laki disebut honai, untuk kaum wanita disebut ebei dan untuk kandang babi disebut wamai.
Sebagian masyarakat suku Dani menganut agama Kristen karena pengaruh Eropa yang datang ke tempat itu pada tahun sekitar 1935.Meskipun sebagian masyarakat suku Dani telah menganut agama kristen tapi suku Dani masih melakukan upacara adat, salah satunya adalah rekwasi. Rekwasi adalah sebuah upacara adat yang dilakukan untuk menghormati arwah para leluhur. Konsep kepercayaan / keagamaan suku Dani bernama Atou yaitu kekuatan sakti para nenek moyang yang diturunkan kepada anak laki-laki.

Suku Dani juga memiliki tradisi ekstrim yaitu tradisi potong jari. Tradisi potong jari ini dilakukan sebagai perwujudan kesedihan masyarakat suku dani pada acara pemakaman, selain potong jari mereka juga melumuri wajah mereka dengan abu dan tanah liat sebagai ungkapan kesedihan.
Mata pencaharian pokok suku Dani adalah bercocok tanam ubi kayu dan ubi jalar. Ubi jalar adalah tanaman utama di kebun-kebun mereka. Masyarakat suku Dani juga memiliki beberapa tanaman-tanaman mereka yang lain yaitu pisang, tebu, dan tembakau. Dalam berkebun masyarakat suku Dani menandai perkebunan mereka dengan batas-batas seperti sungai, gunung, atau jurang. Kemudian dalam berkebun, masyarakat suku Dani masih menggunakan peralatan sederhana seperti tongkat kayu yang berbentuk linggis dan kapak batu.Selain berkebun, mata pencaharian suku Dani adalah beternak babi. Bagi suku Dani babi berguna untuk dimakan dagingnya, darahnya dipakai dalam upacara magis, tulang dan ekornya dijadikan sebagai perhiasan, tulang rusuknya dipakai untuk pisau pengupas ubi dan sebagai alat pertukaran / barter.
Kemudian, Kekerabatan suku Dani bersifat patrilineal. Garis keturunan dihitung dalam satu kelompok nenek moyang mulai dari ayah sampai enam atau tujuh generasi. Perkawinan pada suku Dani bersifat eksogami yaitu keturunannya dilarang menikah dalam kelompoknya masing-masing.Sifat masyarakat suku Dani yang paling menonjol yaitu mereka bekerja keras dan saling menolong dengan masyarakat sekitar.
Selain itu, masyarakat suku Dani juga mempunyai seni kerajinan khas seperti anyaman kantong jaring penutup kepala dan pengikat kapak. Kemudian suku Dani pada umummya tingkat pendidikan (formal) sangat rendah dan kesadaran untuk menimba ilmunya juga masih kurang karena jumlah tenaga pengajar atau guru-guru yang terdapat didaerah tersebut jumlahnya masih sangat terbatas.


Permainan Tradisional Inkaropianik dan Nsya Asya/Tok Asya dari Pulau Papua


PULAU PAPUA
PERMAINAN TRADISIONAL
INKAROPIANIK DAN NSYA ASYA/TOK ASYA
Permainan tradisional merupakan kekayaan yang dimiliki oleh budaya lokal Indonesia, diantaranya adalah pulau Papua. Pulau papua memiliki beberapa jenis-jenis permainan tradisional, salah satunya yaitu permainan Inkaropianik. Permainan ini sangat terkenal di Kepulauan Raja Ampat, kabupaten Sorong, Irian Jaya, Papua. Menurut bahasa daerah Kepulauan Raja Ampat, Inkar berarti sejenis ikan yang kulitnya sangat kasar dan Inkaropianik adalah permainan rakyat yang menggambarkan sangat kuatnya ikan dalam usaha untuk melepaskan jaring-jaring yang ingin menangkapnya.
            Pada awalnya permainan ini adalah permainan yang dimainkan untuk melatih anak-anak Kepulauan Raja Ampat berenang. Selanjutnya permainan ini dijadikan oleh masyarakat tersebut sebagai perlombaan berenang. Akhinya dari waktu ke waktu permainan ini menjadi permainan yang sangat terkenal dan sering dimainkan oleh anak-anak / masyarakat Kepulauan Raja Ampat.
            Peserta yang melakukan permainan ini tidak ada ketentuan jumlah yang pasti. Batas minimal peserta untuk melakukan permainan ini terdiri dari 6 (enam) orang. Jika permainan ini dimainkan dengan jumlah peserta yang banyak, maka permainan ini akan menjadi permainan yang sangat seru dan ramai. Kemudian cara bermain permainan ini yaitu seseorang akan berperan menjadi seekor ikan, lalu peserta yang lain akan berperan sebagai rangkaian jaring-jaring yang berpegangan satu sama lain.
            Jalannya permainan ini dilakukan di dalam sungai, kolam atau kolam renang. Pertama-tama ikan harus berada di luar jaring, kemudian ikan tersebut harus masuk kedalam jaring-jaring melalui celah-celah dari kaki-kaki peserta lain yang menjadi jaring. Setelah ikan berada didalam jaring, lalu ikan akan berusaha untuk meloloskan diri dari jaring-jaring tersebut yaitu dengan cara ikan (orang yang berperan sebagai ikan) mendorong badannya/dadanya kearah jaring-jaring rangkaian tangan peserta yang lain. Ikan bisa keluar dari jaring-jaring jika rangkaian tangan tersebut terlepas akibat dirusak oleh ikan, ikan diperbolehkan keluar melalui jaring-jaring atas/rangkaian tangan. Ikan tidak boleh meloloskan diri lewat bawah yaitu menyelam diantara kaki-kaki peserta yang lain, jika ikan bisa meloloskan diri dari jaring-jaring tersebut dan berhasil diputuskan/dirusak maka permainan ini telah selesai.
Selain permainan Inkaropianik , Pulau Papua juga memiliki permainan Nsya Asya/Tok Asya. Permainan Nsya Asya/Tok Asya merupakan permainan tradisional  yang sangat terkenal oleh anak-anak Papua dan permainan ini bersifat rekreasi. Permainan ini hanya boleh dilakukan oleh anak-anak kaum pria saja. Permainan ini tidak boleh dimainkan oleh anak-anak kaum perempuan karena berbahaya.
Menurut bahasa daerah masyarakat papua, Nsya mempunyai arti menggelindingkan lingkaran rotan dan Asya mempunyai arti tali rotan dan lingkarannya. Sedangkan Tok Asya mempunyai arti melempar lingkaran dengan tombak. Jadi Nsya Asya/Tok Asya mempunyai arti menggulingkan/melarikan rotan (roda) dari arah lawan yang satu ke yang lainnya sambil melempar tombak.
Peserta yang melakukan permainan ini berjumlah minimal 2 (dua) orang dan maksimal jumlah peserta yang melakukan permainan ini berjumlah 20 (dua puluh) orang, jika permainan ini dimainkan oleh banyak orang maka permainan ini menjadi sangat ramai dan menjadi sebuah hiburan yang sangat menarik. Jalannya permainan ini biasanya dilakukan di padang rumput atau tanah yang sangat luas.
Masyarakat Papua dalam memainkan permainan Nsya Asya/Tok Asya biasanya dilakukan pada waktu tertentu, yaitu biasanya dilakukan pada saat hari perayaan tertentu dan melakukan permainan tersebut harus di pagi hari. Permainan ini bisa melatih ketangkasan, kecermatan dan juga bisa melatih otot-otot tangan dalam melempar tombak. Cara untuk memenangkan permainan ini yaitu dengan cara apabila tombak yang dilempar mengenai sasaran/ lingkaran tersebut.